HOME | SEARCH | LOG IN | SIGN UP
Perkenalan Konsultasi Pendidikac Kegiatan Pelayanan Kesehatan Media Pengumuman
Catatan/pengumuman
Program terbaru
Jadwal kegiatan
Photo
kolom
Links to Related Sites
- Seoul
- GyeongGi-Do
- InCheon
- GwangJu
- DaeGu
- BuSan
- GangWon
- GyeongSangNam-Do
- GyeongSangBuk-Do
- JeolLaBuk-do
- JeolLaNam-do
- ChungCheongNam-Do
- ChungCheongBuk-Do
- JeJu-Do
Hiburan
 Home > Pengumuman > kolom > Masa Depan Bangsa Terancam Suram Akibat Rendahnya Nasionalisme Pemuda

    Masa Depan Bangsa Terancam Suram Akibat Rendahnya Nasionalisme Pemuda
    Admin     2007/10/30 10:14 am

Jakarta (SIB)
Masa depan bangsa terancam suram akibat rendahnya nasionalisme di kalangan pemuda. Karena perasaan nasionalisme
merupakan alasan seseorang mengabdi secara total pada negaranya.
“Pemuda yang seharusnya menjadi pelopor, kenyataannya kini jatuh ke jurang materialisme yang tak terkontrol,” kata Ketua Umum Barisan Pemuda Peduli Rakyat (BPPR) Yudhie Rohcitayadi saat renungan Sumpah Pemuda di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta, Sabtu, (27/10).
Dia mengajak kalangan pemuda membuka mata bahwa Indonesia yang pernah disegani di kancah internasional, sekarang mulai dipandang sebelah mata oleh negara lain. Bahkan negara tetangga yang notabene negara kecil, seperti Malaysia dan Singapura.
“Seharusnya kita merasa malu direndahkan oleh negara-negara yang dulu pernah berguru kepada kita,” tutur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Ironisnya, kata Yudhie, sangat sedikit kalangan pemuda yang menaruh perhatian pada masalah itu karena lebih tertarik pada kehidupan hedonis. “Kita, kalangan pemuda semestinya sadar, masa depan negara ini tergantung kita. Apa jadinya negara ini jika kita tak peduli,” cetusnya.
Oleh karena itu, BPPR mengajak kalangan pemuda menjadikan peringatan 79 tahun Sumpah Pemuda untuk membangkitkan kembali nasionalisme sekaligus jiwa kepeloporan pemuda.
Yudhi juga berpesan kepada para mantan aktivis pemuda dan mahasiswa yang kini telah sukses di bidang masing-masing agar introspeksi. Mereka yang dulu menggebu menginginkan keadaan negara yang lebih baik diingatkannya untuk kembali memegang dan melaksanakan komitmennya.
“Janganlah teman-teman aktivis yang dulu memiliki komitmen tinggi kini justru larut dalam keadaan, termasuk teman-teman yang kini bergelut di dunia politik,” tandasnya.
Remaja Indonesia yang Benar-benar Sehat 0 Persen
Mayoritas remaja Indonesia hidup kurang sehat atau bahkan tidak sehat. Ruang terbuka yang semakin berkurang ikut andil terhadap kondisi itu.
“Dari data yang dimiliki Departemen Pemuda dan Olahraga tahun ini, remaja Indonesia yang benar-benar hidup sehat adalah 0 persen. Sementara yang hidup sehat 7 persen, sisanya pada kurang sehat dan sangat tidak sehat,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam acara Pencanangan Gerakan Remaja Sehat Indonesia, di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (28/10).
Kondisi tersebut didorong minimnya ruang terbuka untuk berolahraga seperti taman-taman kota, karena dialih fungsikan menjadi mal.
Dalam kesempatan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan pencanangan gerakan Remaja Indonesia Sehat tepat untuk mengimbau remaja menjauhi narkoba dan seks bebas.
“Selain sehat jasmaninya, remaja Indonesia harus menjauhi narkoba, hidupnya menjauhi pergaulan bebas, dan hidup sehat. Sehingga menjadi bangsa yang unggul,” kata SBY
Menurut Presiden, momen ini benar-benar sangat bagus terlebih bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Dalam pencanangan ini dikuti ratusan remaja, 200 siswa SD dan SMP. Mereka beratraksi lompat tali massal. (detikcom/g)

view list 

Jump to:  


KMcenter 137-1 Garibong 1 Dong, Guro-Gu, Seoul.
Copyright by 2004 MigrantWorkers Center in Korea. All right, reserved. Representative : Hae Seung Kim
Supported by ONTOIN